Showing posts with label buah. Show all posts
Showing posts with label buah. Show all posts
Friday, May 17, 2013
Buah untuk Menu Diet
Ada banyak cara yang dilakukan untuk diet sehat atau Cara Mengecilkan Perut. salah satunya adalah dengan diet makanan yang menggunakan buah didaftarnya. Kandungan vitamin, mineral dan serat yang terkandung pada buah membuat banyak orang yang memilihnya untuk dimasukkan dalam menu dietnya. tapi apakah semua buah dapat digunakan untuk menu diet ?
Ada beberapa buah yang memang cocok untuk digunakan untuk menu diet. berikut ini beberapa buah untuk menu diet.
Buah Pisang
Pisang adalah buah yang banyak serat yang dapat membuat rasa kenyang. Selain itu buah pisang berguna unutk meningkatkan metabolisme tubuh dan dapat membantu proses menurunkan berat badan.
Apel
Kandungan serat dan nutrisi yang kaya pada pisang sangat cocok untuk diet. Selain itu pisang memiliki kandungan Pektin dan Polifenol pada buah apel terutama pada kulitnya berguna untuk mengurangi kolesterol dan lemak pada tubuh.
Grapefruit
Grapefruit bila diartikan berarti buah anggur, tapi ini bukan anggur. Bila dlihat dari bentuknya mirip jeruk bali, tapi berbeda dengan jeruk bali. Grapefruit memiliki kulit berwarna orange dan daging buah berwarna merah keunguan.Dengan Memakan buah ini akan membuat kenyang dan yang paling penting adalah zat yang terdapat dalam buah grapefruit sangat baik untuk pembakaran lemak dan menstabilkan gula darah.
Buah Naga
Buah naga bermanfaat untuk melancarkan pencernaan, mengurangi lemak dan banyak zat antioksidan yang di butuhkan oleh tubuh sehingga baik untuk menu diet.
Buah Kiwi
Buah kiwi mempunyai kandungan serat yang bermanfaat untuk melancarkan sistem pencernaan, sehingga sangat baik untuk dijadikan sebagai buah untuk diet.
Buah Pepaya
Buah pepaya dapat dengan mudah ditemui, buah yang sangat kaya akan serat ini sudah sangat terkenal untuk diginakan sebagai buah unutk menu diet.
Banyak buah yang dapat dimasukkan dalam menu diet. Namun untuk sejatinya diet bukan berarti konsumsi buah atau sayuran saja. Kita tetap memerlukan asupan lain seperti karbohidrat, protein, lemak dan lain-lain. Dan yang terpenting adalah menjalankan pola hidup sehat dan olahraga juga sangat penting untuk mendukung diet dapat berhasil.
Thursday, October 13, 2011
Bahaya di Balik Sehatnya Sayuran dan Buah
Buah dan sayur merupakan sumber vitamin dan mineral yang selalu disarankan ada dalam menu sehari-hari. Namun, di balik manfaatnya untuk kesehatan, sejumlah sayur dan buah berpotensi menjadi racun yang membahayakan kesehatan tubuh.
Profesor Ahmad Sulaeman, pakar keamanan pangan dan gizi dari Institut Pertanian Bogor, mengatakan, potensi itu tak lepas dari cemaran bahan kimia pertanian, seperti pestisida, melebihi ambang batas kewajaran.
Profesor Ahmad Sulaeman, pakar keamanan pangan dan gizi dari Institut Pertanian Bogor, mengatakan, potensi itu tak lepas dari cemaran bahan kimia pertanian, seperti pestisida, melebihi ambang batas kewajaran. Ia menyebut dua jenis pestisida yang biasa mencemari produk pangan segar. Pertama, yang sifatnya sistemik atau telah menyebar ke seluruh bagian sayur dan buah. Kedua, yang hanya mencemari permukaan bahan pangan sehingga masih bisa diatasi dengan cara mencuci atau menghilangkan kulitnya.
"Kalau sistemik sulit dihilangkan," ujar pria yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Asosiasi Masyarakat Peduli Keamanan Pangan itu, dalam acara Nutritalk Sari Husada 'Pemenuhan Kebutuhan Gizi Mikro, Tantangan Terbesar Anak Masa Kini', Jakarta, Kamis, 13 Oktober 2011.
Ia menyebut bahan makanan segar yang paling beresiko tinggi mengandung residu pestisida adalah apel, pir, peach, anggur, buncis, tomat, stroberi, bayam, cabe, melon, selada dan berbagai jus. Buah dan sayuran segar berkulit lembut cenderung mengandung residu lebih banyak daripada buah dan sayuran berkulit tebal atau bercangkang.
"Tapi waspada juga buah berkulit seperti kelengkeng, jangan biasakan menggigit kulitnya untuk membuka, karena kecenderungan kelengkeng tak dicuci padahal kulit potensial menyimpan residu pestisida," katanya.
Paparan pestisida dalam tubuh manusia bisa memicu beragam masalah kesehatan jangka panjang seperti gangguan memori, leukimia, gangguan motorik, dan keguguran. Pestisida golongan antiandrogenik bahkan dapat memicu demaskulinisasi yang mengacaukan hormon pria. Pria yang mengalami kondisi ini akan cenderung menjadi feminin dan dapat mengalami pengecilan alat kelamin dalam jangka panjang.
Berdasar data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tahun 2010, cemaran bahan kimia menempati urutan ketiga sebagai agen penyebab keracunan pangan yakni sebesar 19,13. Urutan pertama ditempati mikrobiologi.
Buah dan sayur merupakan sumber vitamin dan mineral yang selalu disarankan ada dalam menu sehari-hari. Namun, di balik manfaatnya, sejumlah sayur dan buah berpotensi menjadi racun yang membahayakan tubuh.
Profesor Ahmad Sulaeman, pakar keamanan pangan dan gizi dari Institut Pertanian Bogor, mengatakan, potensi itu tak lepas dari cemaran bahan kimia pertanian, seperti pestisida, melebihi ambang batas kewajaran.
Ia menyebut dua jenis pestisida yang biasa mencemari produk pangan segar. Pertama, yang sifatnya sistemik atau telah menyebar ke seluruh bagian sayur dan buah. Kedua, yang hanya mencemari permukaan bahan pangan sehingga masih bisa diatasi dengan cara mencuci atau menghilangkan kulitnya.
"Kalau sistemik sulit dihilangkan," ujar pria yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Asosiasi Masyarakat Peduli Keamanan Pangan itu, dalam acara Nutritalk Sari Husada 'Pemenuhan Kebutuhan Gizi Mikro, Tantangan Terbesar Anak Masa Kini', Jakarta, Kamis, 13 Oktober 2011.
Ia menyebut bahan makanan segar yang paling beresiko tinggi mengandung residu pestisida adalah apel, pir, peach, anggur, buncis, tomat, stroberi, bayam, cabe, melon, selada dan berbagai jus. Buah dan sayuran segar berkulit lembut cenderung mengandung residu lebih banyak daripada buah dan sayuran berkulit tebal atau bercangkang.
"Tapi waspada juga buah berkulit seperti kelengkeng, jangan biasakan menggigit kulitnya untuk membuka, karena kecenderungan kelengkeng tak dicuci padahal kulit potensial menyimpan residu pestisida," katanya.
Paparan pestisida dalam tubuh manusia bisa memicu beragam masalah kesehatan jangka panjang seperti gangguan memori, leukimia, gangguan motorik, dan keguguran. Pestisida golongan antiandrogenik bahkan dapat memicu demaskulinisasi yang mengacaukan hormon pria. Pria yang mengalami kondisi ini akan cenderung menjadi feminin dan dapat mengalami pengecilan alat kelamin dalam jangka panjang.
Berdasar data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tahun 2010, cemaran bahan kimia menempati urutan ketiga sebagai agen penyebab keracunan pangan yakni sebesar 19,13. Urutan pertama ditempati mikrobiologi.
Subscribe to:
Posts (Atom)
