Showing posts with label kanker. Show all posts
Showing posts with label kanker. Show all posts

Friday, November 20, 2015

Jangan Abaikan Nyeri pada Perut

Artikel Kesehatan - Pada beberapa perempuan, merasakan nyeri pada bagian perut saat sedang datang bulan adalah hal yang umum. Namun, jika rasa nyeri ini terasa sangat berlebihan, apalagi jika dirasakan disaat tidak sedang datang bulan, maka sebaiknya Anda waspada. Akan lebih baik, jika hal ini terjadi Anda segera melakukan konsultasi kepada dokter, agar segera diketahui apa penyebab dari rasa nyeri tersebut. Karena, rasa nyeri yang berlebihan pada bagian perut ini juga merupakan salah satu gejala penyakit kanker usus besar yang memerlukan pengobatan dari seorang spesialis kanker.

sakit perut
Sesuai dengan namanya, kanker usus besar ini menyerang bagian akhir sistem pencernaan manusia, yaitu pada bagian usus besar. Sama seperti penyakit kanker lainnya, gejala kanker usus besar ini terkadang seperti penyakit biasa, sehingga terkadang sering diabaikan. Akibatnya, sel kanker sudah terlanjur menyebar dan sulit untuk tertangani. Berikut ini, adalah beberapa gejala yang umum dirasakan oleh penderita kanker usus besar:
  • Buang air besar yang disertai keluarnya darah
  • Pendarahan pada anus
  • Perut terasa kembung
  • Perubahan pada tekstur kotoran
  • Hilangnya nafsu badan
  • Turunnya berat badan
  • Diare dan Konstipasi (Tidak bisa buang air besar) secara bergantian
  • Rasa kram atau nyeri pada bagian perut
Pada beberapa penderita, mungkin saja akan merasakan seluruh gejala tersebut, namun ada juga penderita yang hanya merasakan beberapa gejala saja.

Meskipun kanker usus ini dapat menyerang siapa saja, tidak peduli gender ataupun usia, namun pada sebagian besar kasus yang terjadi, kanker ini lebih sering menyerang seseorang ketika usianya lebih dari 50 tahun. Belum bisa diketahui secara pasti apa saja penyebab mungculnya kanker ini, namun ada beberapa faktor yang diperkirakan dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker ini:
  • Mutasi gen bawaan
Adanya sindrom genetik Familial adenomatus polyposis di salurang usus besar dan rectum dapat meningkatkan risiko seseorang menderita kanker usus besar sebelum usia 40 tahun. Sementara, Hereditary nonpolyposis colorectal cancer justru lebih berbahaya, karena tidak hanya meningkatkan risiko kanker usus besar saja, tetapi juga kanker lain sebelum usia 50 tahun.
  • Riwayat penyakit
Seseorang yang pernah terkena penyakit kanker ini, lebih beresiko mengalami penyakit kanker ini lagi untuk kedua kalinya (relapse)
  • Riwayat penyakit keluarga
Walaupun hanya sedikit berpengaruh, namun diperkirakan seseorang dengan penyakit ini  beresiko menurunkan penyakitnya tersebut pada keturunannya.
  • Makanan yang dikonsumsi
Senang mengonsumsi makanan kering yang tidak disertai dengan serat (sayur dan buah) lebih beresiko terkena penyakit ini, disebabkan karena pencernaan yang kurang lancar. (Vita)

Friday, December 16, 2011

Makanan yang Dapat Mencegah Kanker Payudara

Tips Kesehatan - Kanker payudara adalah salah satu penyakit kesehatan yang ditakuti wanita. dalam beberapa kasus faktor genetik merupakan faktor penyebab. Tetapi banyak hal lain yang dapat memunculkan penyakit tersebut seperti kesehatan gaya hidup dan faktor makanan yang dikonsumsi.

Berikut ini artikel kesehatan makanan yang dapat mencegah kanker payudara.

1. Tomat
Tomat banyak mengandung likopen yang berkhasiat menurunkan resiko kanker payudara.

2. Alpukat
Alpukat tinggi akan kada asam oleat yang bermanfaat mencegah kanker payudara.

3. kunyit
beberapa penelitian terhadap tikus, kunyit dapat membantu mencegah penyebaran kanker payudara.

4. Blueberry
Menurut studi, fitokimia pada blueberry dapat menghentikan pertumbuhan dan penyebaran kanker payudara.

5. Teh hijau
Minum teh hijau menurun resiko kanker payudara dan mencegah penyebaran pada wanita yang sudah terkena, hal ini karena zat EGCG yang terkandung dalam teh hijau.

6. Bawang putih
Studi menunjukan bawang putih dapat menghilangkan sel sel kanker payudara. Memasak bawang putih dengan daging dapat mengurangi kadar kasrsinogenik dalam daging yang dapat menyebabkan kanker payudara.

7. Brokoli
brokoli mengandung indol-3-karbonal yang melawan kanker payudara dengan mengubah estrogen yang menyebabkan kanker menjadi zat pelindung mencegah kanker.

8. Kembang kol
Seperti brokoli mengandung indol-3-karbonal

9. Buah Delima ( pome )
Penelitian di Israel menunjukan jus delima dapat menghancurkan sel-sel kanker payudara dan mencegah munculnya sel-sel baru.

10. bayam
Studi membuktikan wanita yang mengkonsumsi bayam dua kali semingu memiliki setengah resiko kanker payudara dibanding yang tidak mengkonsumsi.

11. Jeruk Bali
Studi menunjukan Jeruk bali dapat menghambat sel kanker payudara berkembang biak.

12. Rumput Laut
rumput laut dapat menurunkan kadar estradiol dan memiliki sifat phytoestrogenic. Rumput laut mengandung chlorophylones, asam lemak yang membantu mencegah kanker payudara.

Itulah beberapa daftar makanan yang dapat membantu mencegah kanker payudara. Gaya hidup sehat serta didukung makanan yang sehat dapat mencegah kita dari munculnya kanker payudara.-dboen-
source: -tips dan artikel-

Thursday, December 15, 2011

kanker Kulit Lebih Mudah Menyerang Pria


Artikel Kesehatan - Tingkat antioksidan kulit yang lebih rendah menjadikan pria lebih rentan terserang kanker kulit dibanding wanita. Hal ini disampaikan peneliti kesehatan dari The Ohio State University Comprehensive Cancer Center di laman timesofindia.com, Kamis (8/12).

Para peneliti kesehatan menemukan tikus jantan memiliki kulit yang tingkat antioksidannya lebih lebih rendah di banding tikus betina. Antioksidan merupakan protein yang biasa disebut juga katalase, yang bisa menghambat kanker kulit dengan cara pembersihan hidrogen peroksida.

Kanker kulit umumnya disebabkan karena sengatan matahari yang bisa membuat kulit rusak. "Temuan menunjukkan bahwa perempuan memiliki perlindungan antioksidan lebih alami di banding kulit pria," kata pemimpin riset, Gregory Lesinski dan Tatiana Oberyszyn. Tim peneliti melakukan riset dengan menggunakan tikus berbulu yang berkembang karsinoma sel skuamosa kulit.

Paling umum manusia alami kanker kulit di saat terkena paparan sinar matahari. "Sebagai hasilnya, pria mungkin lebih rentan terhadap tekanan zat oksidatif di kulit, yang dapat meningkatkan risiko kanker kulit pada pria dibandingkan dengan wanita," kata Lesinski.

Para peneliti juga menemukan obat tersebut dengan katalase topikal yang bisa menghambat migrasi sel dalam menekan kulit yang terpapar UVB. Hal ini menunjukkan bahwa masuknya sel-sel pada laki-laki mungkin disebabkan relatif lebih rendah aktivitas katalase kulitnya. Bahkan, tikus jantan dengan UVB yang diinduksi tumor kulit, memiliki lebih 55 persen dari sel-sel penekan di kulit dibanding dengan rekan perempuan mereka.

"Pria menghadapi risiko yang lebih tinggi dari berbagai jenis kanker, dan tingkat yang relatif lebih tinggi dari sel-sel myeloid inflamasi mungkin berkontribusi terhadap kerentanan ini," tambah Oberyszyn yang mempublikasikan penelitiannya dalam Journal of Investigative Der.
sumber : -kesehatan.liputan6.com-

Monday, December 12, 2011

Wanita Perokok Rentan Kanker Kulit


Artikel Kesehatan - Seorang perokok memiliki risiko mengalami gangguan kesehatan Sell Carcinoma Squamous (SCC), salah satu jenis masalah kesehatan kanker kulit non-melanoma. Bahkan, risikonya meningkat dua kali lipat pada wanita yang memiliki kebiasaan merokok sedikitnya 20 tahun.

Demikian hasil studi Pusat Kanker Moffitt di Tampa, Florida, yang dipublikasikan di Cancer Causes and Control Journal.

Dalam studi tersebut, tim peneliti melibatkan 698 partisipan, yang terdiri dari pasien dengan kanker kulit non-melanoma, dan yang tak memiliki gangguan kulit sama sekali.

Mereka meminta seluruh partisipan menjawab pertanyaan seputar riwayat merokok, mulai dari sudah berapa lama merokok, sehari berapa batang, dan apakah pernah merokok.

Hasil analisis menunjukkan, wanita memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker kulit jenis SCC dibandingkan pria. Semakin intens frekuensi merokoknya, risikonya semakin meningkat. Risiko terbesar dialami wanita yang memiliki kebiasaan merokok setiap hari selama 20 tahun atau lebih.

SCC memiliki risiko besar menyebar dari satu organ ke organ lain, seperti ke wajah, telingan, dan bibir. Bahkan, jika tak segera mendapat perawatan dapat menghancurkan hidung dan telinga.

Dr Dana Rollison, penulis utama studi, mengatakan, tidak jelas mengapa wanita perokok memiliki risiko kanker kulit lebih besar. Namun hasil studi menunjukkan, wanita memiliki kandungan senyawa penyebab kanker, dan rendahnya tingkat enzim perbaikan DNA dibandingkan laki-laki.

"Studi lebih lanjut diperlukan untuk menjelaskan lebih jauh tentang perbedaan efek merokok berdasarkan jenis kelamin," ujarnya.

Menopause
Wanita perokok berisiko mengalami menopause dini, setidaknya setahun lebih cepat dibandingkan wanita bukan perokok. Wanita perokok umumnya menopause di rentang usia 43-50 tahun. Sedangkan wanita bukan perokok cenderung menopause di rentang usia 46-51 tahun.

Kesimpulan didapat dari analisis sejumlah studi terdahulu yang melibatkan puluhan ribu wanita termasuk hasil survei terhadap 6.000 wanita di Amerika Serikat, Polandia, dan Turki.

Hasil studi yang dipublikasikan di Jurnal Menopause itu tak berhenti pada ancaman menopause dini. Sebab, menopause dini berkaitan dengan risiko tinggi mengembangkan gangguan kesehatan seperti osteoporosis dan masalah jantung.

Jennie Kline dari Mailman School of Public Health Universitas Kolombia, New York, mengatakan bahwa merokok kemungkinan besar memengaruhi tubuh wanita dalam mengontrol produksi estrogen. Rokok juga mengandung racun yang dapat merusak sel telur di dalam ovarium. "Ini mungkin yang memengaruhi menopause," ujarnya.
-kosmo.vivanews.com-